Teks Negosiasi Al-Ma’tsurat-Raihan Ahmad Abdillah

Teks Negosiasi Al-Ma’tsurat-Raihan Ahmad Abdillah

AL-MA’TSURAT

 

Di sore hari, tepatnya setelah shalat ashar, para siswa melakukan rutinitasnya membaca Al-Ma‘tsurat bersama-sama. Seperti biasa petugas pengecekan Al-Ma’tsurat pun berdiri dan berkeliling untuk mengecek Al-Ma’tsurat seluruh siswa.

Pada saat berkeliling, langkah Bang Jalil tiba-tiba berhenti…..

Bang Jalil : “Ha…, mana Al-Ma’tsurat kamu, Dul?”

Bedul : “Aa…, anu bang, Al-Ma’tsurat Bedul tinggal di asrama bang.”

Bang Jalil : “Owh…, berarti nama Bedul masuk dalam catatan Abang kan?”

Bedul : “Yah…,ee…., jangan lah, Bang!”

Bang Jalil : “Loh, kan memang kayak gitu.”

Bedul : “Tolong lah Bang, jangan dicatat di buku Abang, kan Cuma Bedul sendiri yang gak bawa Bang, jadi tolong ringankan ya, Bang!”

Bang Jalil : “Hem….okelah, kalau gitu hukuman untuk Bedul, berdiri sampai semuanya selesai baca Al-Ma’tsurat.”

Bedul : “Alhamdulillah, nama Bedul gak jadi dicatat.”

Bang Jalil : “Tapi ingat ya, hukumannya hanya berlaku hari ini aja!”

Bedul : “Oke Bang.”

Bang Jalil : “Besok jangan sampai gak bawa lagi ya!”

Bedul : “Siap Bang, terima kasih, Bang.”

Bang Jalil : “Yoi, sama-sama,Bang.”

dan akhirnya Bedul pun menjalankan hukumannya yaitu berdiri hingga semuanya selesai membaca Al-Ma’tsurat.

 

TAMAT

 

 

 

 

No comments yet. Be the first to share your thoughts!