Teks Anekdot – Divia Zahra J – X IPA 1
TEKS ANEKDOT
NAMA : DIVIA ZAHRA J
KELAS : X IPA 1
JANGAN RAKUS
Di dalam sebuah gudang tua, seorang pria tua, cucu perempuan dan laki-lakinya—Ivi dan Aidhil—sedang membereskan barang-barang lama yang berserakan pada ruangan itu.
Kemudian sang cucu perempuan memanggil dan menghampiri kakeknya sambil membawa selembar kertas yang sudah usang hampir tak berbentuk.
Ivi : “Payang!! Ini apa?”
Kakek : “Mana? coba sini Payang liat,”
Ivi pun menyerahkan hasil temuannya pada sang kakek.
Kakek : “Ohh ini mah uang zaman dulu, udah lama banget. Dulu tuh duit yang ini paling besar harganya.”
Ivi : “Terus ini kenapa duitnya robek-robek kayak gini?”
Aidhil: “Itu dimakan tikus. Tikus kan suka makanin duit.”
Ivi : “Masa tikus makan duit? Emang kenyang kalau makan kertas?”
Aidhil : “Kenyanglah kan duitnya gede. Iyakan Payang?”
Kakek : “Tikus itu rakus, apa aja bisa dia makan, termasuk duit-duit punya kita kayak gini.”
Aidhil : “Tuh, kamu jangan jadi rakus kaya tikus ya, Vi.”
Ivi : “Ai yang jangan rakus! Kemarin Ai beli jajan pake duit yang payang suruh kasih buat aku kan!”
Aidhil : (nyengir) “Hehehe nanti aku ganti ya. Peace”
Kakek : “Ckckck ada-ada aja kamu ini. Lain kali ngaca dulu baru bilangin orang. Udah ayo dilanjutin lagi beres-beresnya.”
Setelah itu mereka pun melanjutkan kegiatan membersihkan gudang tua tersebut sampai bersih dan tertata rapi.
Hanya pengguna terdaftar yang dapat berkomentar.
No comments yet. Be the first to share your thoughts!