Bumi, Pandemi dan Kami: Puisi Kolaborasi

Bumi, Pandemi dan Kami: Puisi Kolaborasi

Bumi, Pandemi dan Kami: Puisi Kolaborasi

Bumi, Pandemi dan Kami: Puisi Kolaborasi

Udara terlihat lebih bersih
Dedaunan berhasil mengantarkan oksigen
Bumiku sehat.
Apa bumiku sakit sebelumnya?

Alifia Dea Mawardani
Alifia Dea Mawardani Apr 14

Sebelumnya tak begini, Aku mengenal bumiku sebelumnya
Tak ada yang salah dengan bumiku ini, dulu ku rasakan kenyamanan tinggal di bumiku tercinta

ANGGA RIZKY SETIAWAN
ANGGA RIZKY SETIAWAN Apr 14

Bumiku baik baik saja
Dedaunan masih terus bekerja
Embun pagi masih membasahi pipi
Ditambah keindahan Kilauan mentari

Arifah
Arifah Apr 14

Bumi akan terus baik baik saja
Jika ia tidak memikul beban yang semakin sarat
Jika manusia tidak serakah tamak dan jahat
Dan jika manusia bisa hidup tanpa gejolak

Deani Mourischa
Deani Mourischa Apr 14

Bagaimana kisahnya kini?
Hal kecil berdampak besar
Tangisan kini semakin bergulir
Tinggal kita yang mengikuti bagaimana ia mengalir

Eka Trisna Dewi
Eka Trisna Dewi Apr 14

Mengalir bersama sisa sia kenangan
Jatuh bersama air mata yang terbuang
Menunggu berubahnya takdir tuhan
Semoga penderitaan segera hilang

Fathia Marcha Anamy
Fathia Marcha Anamy Apr 14

Isakan tangis mengulir perlan
Mengikuti alur perjalanan sunyi
Berita duka seakan membuyarkan lamunan
Berharap pandemi segera usai dan pergi

indah pramesti
indah pramesti Apr 14

Terasa pahitnya keadaan yang telah menghancur kebahagiaan
aku ingin melihat semua terasa sempurna sedia kala
layaknya jalan lurus menuju surga

Indira Puja
Indira Puja Apr 14

Sudah cukup kamu berada di bumi
Telah banyak jiwa yang diambil
Sudah cukup kamu bersenang-senang disini
Sebagai peringatan bagi manusia labil

Iqri Pebriyadi
Iqri Pebriyadi Apr 14

Terkadang engkau menghukum yang benar
Tetapi disaat yang tidak tepat
Bukankah kamu sudah puas?
Melihat alam semesta ini

KELSYA RUKHIYAH NADILA
KELSYA RUKHIYAH NADILA Apr 14

Kami kira makhluk bermahkota itu
Merekalah monsternya
Tetapi sejatinya
Kamilah monster itu

Khairul azmi
Khairul azmi Apr 14

Kini semua kian berbeda
Ketika pandemi ini melanda
Seakan alam murka
Pada penghuni isi dunia

Mardhiah Syahidah
Mardhiah Syahidah Apr 14

Sungguh miris melihat perbedaan ini
Kini tersesali sudah perbuatan selama ini
Namun apa boleh buat?
Alam seolah sudah tidak menyadari

MUHAMMAD ARIEF SUGANDA
MUHAMMAD ARIEF SUGANDA Apr 14

banyak sudah yang terjadi pada alam kita
banyak sudah yang terjadi pada bumi
setiap orang bertanggung jawab
atas semua kesalahan dan kelalaian kita sebagai penghuni bumi

Marwah Multaraffi Muhammad
Marwah Multaraffi Muhammad Apr 14

apa yang telah kita lakukan selama ini
mendapat teguran dari ilahi
dapatkan kita saling mengerti
untuk menjaga bumi ini

Muhammad hasby
Muhammad hasby Apr 14

Di mana kesombongan yang selalu kita banggakan
Bak sebuah gempa di dasar laut yang menjadi penghantar untuk tsunami
Kesombongan itu hanya mengantarkan bencana bagi bumi ini
Akankah hal ini akan terus terjadi ataukah hal ini akan berhenti

Rafli Al Fathan
Rafli Al Fathan Apr 14

ku harap engkau pergi
dan mengerti kondisi kami saat ini
kami lara.....
terbelenggu didalam lockdown negara

Raihan Ramadhan Aidil
Raihan Ramadhan Aidil Apr 14

Tetesan air mata menyentuh dinginya tanah
Dunia tiada henti mempertontokan amarahnya
Ingin diri ini menghakiminya
Tapi apa daya hanya sebuah fatamorgana

Raudhatul Khasanah
Raudhatul Khasanah Apr 14

Sungguh tega kau datang
Datang tanpa membawa pesan
Ketakutan, kecemasan kini menjadi tradisi
Tak satupun dapat tenang melihat semua ini

Ryan Eriansyah
Ryan Eriansyah Apr 14

Ini semua adalah bukti
Bukti dari keserakahan diri
Diri manusia yang tak mau mengerti
Akan larangan dari sang ilahi
Ini semua adahal hasil
Buah tangan dari sang khalifah
Yakni manusia yang amat serakah
Menganggap dunia fana sebagai syurga