Karakteristik Mahasiswa yang Ideal
Mahasiswa yang ideal hendaknya memiliki, mengemban, dan mampu mengembangkan 18 karakteristik. Kedelapanbelas karakteristik tersebut adalah: (1) Rajin belajar, (2) Inisiatif, (3) Menjaga kebersihan, (4) Kreatif, (5) Banyak membaca, (6) Organisatoris, (7) Bertakwa, (8) disiplin, (9) memiliki idealisme, (10) Aktif di kelas, (11) Berpenampilan sederhana, (12) Produktif, (13) Bersemangat, (14) Sabar, (15) Tekun, (16) Cermat, (17) Kompak, dan (18) Waspada. Deskripsi atas karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama, mahasiswa yang ideal hendaknya rajin belajar. Belajar bukan hanya berlangsung didalam kelas, namun juga diluar kelas. Mungkin belajar juga dapat berlangsung secara nyaman di perpustakaan. Intinya, mahasiswa harus dapat dan siap belajar kapan pun dan dimana pun.
Kedua. Mahasiswa ideal seharusnya selalu memiliki inisiatif baru, inisiatif yang positif yang berupa ide-ide cemerlang. Guna memperbarui sistem atau melakukan perombakan-perombakan yang nantinya akan merubah prospek kearah yang lebih baik. Inisiatif mahasiswa dapat muncul ketika mahasiswa rajin belajar dan rajin membaca, sehingga ketika didalam maupun di luar kelas mahasiswa selalu memiliki inisiatif-inisiatif yang dibutuhkan dirinya sendiri maupun orang lain.
Ketiga, sebagai seorang mahasiswa, seyogyanyalah senantiasa menjaga kebersihan. Karena kebersihan sebagian dari iman dan Allah menyukai keindahan. Kebersihan yang dimaksud adalah kebersihan luar dan dalam. Kebersihan diri pribadi, kamar tidur, tempat tinggal dan lingkungan. Kebiasaan ini akan berkelanjutan jika mahasiswa rutin menjaga kebersihannya.
Keempat, mahasiswa ideal hendaknya memiliki kreativitas yang tinggi. Karena mahasiswa masih memiliki kebebasan untuk mengkreasikan ide-ide cemerlang yang mereka miliki. Kreatif tidak selalu berwujud barang atau metode, kreatif juga bisa muncul melalui ide atau pendapat. Intinya, mahasiswa yang ideal harus memiliki daya kreasi berupa pemikiran atau penciptaan.
Kelima, mahasiswa yang ideal hendaknya banyak membaca. Karena membaca adalah jendela dunia. Dengan banyak membaca, secara langsung mahasiswa tersebut telah menabung pengetahuan demi pengetahuan yang menunjukkan keintelektualan mahasiswa dihadapan orang lain. Ruang bacaan tidak dibatasi, selagi bacaan tersebut bermanfaat maka tidaka ada halangan untuk itu.
Keenam, sebagai mahasiswa yang ideal, hendaknya mahasiswa terjun ke dalam organisasi-organisasi yang ada di dalam maupun di luar kampus. Karena dengan menjadi organisatoris mahasiswa akan terlatih kepemimpinannya dan mampu bermanajemen. Di dalam organisasi para mahasiswa akan mendapat banyak teman dan relasi, selain itu organisasi juga mengajarkan kerja sama tim dan peduli sesama. Intinya, untuk melatih kepemimpinan, softskill, percaya diri, mempunyai banayk teman dan wawasan baru, mahasiswa harus berkecimpung di dunia organisasi.
Ketujuh, mahasiswa yang ideal seharusnya bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena ini merupakan kunci dari semua karakter. Bertakwa juga merupakan benteng pembatas sifat dan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan. Dengan bertakwanya manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka mahasiswa akan beraktivitas sesuai dengan norma sosial dan norma agama yang telah diyakininya.
Kedelapan, mahasiswa yang ideal hendaknya memiliki sifat disiplin. Disiplin yang dimaksud ada dua. Yaitu disiplin peraturan dan disiplin waktu. Disiplin peraturan adalah patuh dengan aturan dan norma yang telah ditetapkan dan menjalankannya dengan baik. Sedangkan disiplin waktu adalah sifat dan sikap menganalogikan “waktu adalah uang”. Artinya mahasiswa harus bisa memanfaatkan waktu yang sekecil-kecilnya menjadi peluang yang sangat besar.
Kesembilan, mahasiswa yang ideal hendaknya memiliki idealisme atau prinsip hidup. Prinsip hidup seorang mahasiswa mengandung nilai-nilai positif dan bersifat membangun. Sehingga mahasiswa tersebut menjalani hidup dengan menekankan kepada prinsip yang pedomaninya.
Kesepuluh, mahasiswa yang ideal hendaknya aktif di kelas, aktif di kelas bisa dilakukan ketika dosen memberikan pertanyaan dan menuntut kita memberikan argumen, atau bisa juga ketika sedang diskusi kelas kita memberikan pendapat-pendapat untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang didiskusikan.
Kesebelas, mahasiswa yang ideal seharusnya berpenampilan sederhana, berpenampilan sederhana bisa dimulai dari cara berpakaian, gaya berbicara, serta tingkah laku ketika di dalam ataupun di luar kampus. Dengan berpenampilan sederhana kita akan mudah menjalin jejaring pertemanan kepada siapapun.
Keduabelas, mahasiswa yang ideal seharusnya produktif, mahasiswa yang produktif harus mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai. Mungkin sesuatu yang bernilai jual maupun bernilai seni. Intinya mahasiswa tidak hanya membudidayakan sifat komsutif, mahasiswa yang ideal juga harus mampu mengembangkan produktivitasnya.
Ketigabelas, mahasiswa yang ideal hendaknya bersemangat, mungkin semangat pada saat berangkat kuliah, semangat pada saat menerima pelajaran dari dosen, dan semangat ketika sedang berorganisasi. Intinya semangat dapat ditimbulkan pada saat perkuliahan berlangsung hingga berakhir. Semangat dapat menimbulkan rasa percaya diri untuk melakukan berbagai aktivitas baik di dalam maupun di luar kampus.
Keempatbelas, mahasiswa yang ideal seharusnya memiliki sifat sabar. Sabar artinya menahan diri dari emosi, amarah dan rasa kurang senang dengan orang lain. Mungkin sabar dalam menjalani perkuliahan, tidak mengeluh karena tugas-tugas yang diberikan dosen, dan sabar terhadap perlakuan yang kurang menyenangkan baik dari teman ataupun orang-orang yang ada di sekitar kita.
Kelimabelas, mahasiswa ideal hendaknya tekun dalam menjalani perkuliahannya. Tekun bisa diwujudkan dengan selalu menjaga absensi perkuliahan, mengusahakan selalu hadir tatap muka dengan dosen minimal 85%, mengusahakan hadir lebih awal, selalu mengerjakan tugas dengan optimal, dan tekun dalam mengulang-ulang kembali pelajaran diluar perkuliahan.
Keenambelas, mahasiswa yang ideal seharusya cermat dalam segala hal. Cermat dalam artian teliti terhadap apapun yang akan dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mahasiswa hendaknya harus mampu menimbang dan memilah dengan teliti efek positif dan negatif dari pekerjaan yang akan dilakukannya.
Ketujuhbelas, mahasiswa yang ideal hendaknya menjalin kekompakan. Kekompakan bisa terjalin di kelas ataupun didalam keorganisasian. Dari kekompakan yang terjalin, akan tercipta rasa solidaritas yang tinggi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Kedelapanbelas, mahasiswa yang ideal seharusnya waspada. Waspada dengan semua yang ada di sekitarnya. Mungkin waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dengan menjaga diri dan menjauhi hal-hal yang mengundang kejahatan, selain itu waspada terhadap teman-teman dan lingkungan kita. Intinya seorang mahasiswa ideal harus waspada dan mampu membaca situasi.
Dengan berpedoman kepada delapan belas karakter tersebut, mahasiswa akan menjadi mahasiswa yang luar biasa, mempunyai banyak teman, disenangi banyak orang dan menjadi idola. Intinya, mahasiswa bisa dikatakan ideal jika telah memiliki delapan belas karakter tersebut.
Hanya pengguna terdaftar yang dapat berkomentar.
No comments yet. Be the first to share your thoughts!