Fauza Hamda Wafirah- Pemanfaatan Singkong Sebagai Pengganti Nasi
PEMANFAATAN SINGKONG SEBAGAI PENGGANTI NASI.
oleh: Fauza Hamda Wafirah
Pasokan singkong yang melimpah di Indonesia dapat menjadi salah satu bahan makanan pengganti nasi di zaman perkembangan teknologi yang lambat laun memengaruhi pola makan masyarakat. Singkong di Indonesia sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Di zaman sekarang, masyarakat memiliki pola makan yang perbedaannya cukup signifikan jika dibandingkan dengan pola makan masyarakat di zaman dulu. Banyak jenis makanan baru yang bahan pembuatannya sangat beragam, salah satunya singkong. Singkong merupakan salah satu bahan makanan yang mulai divariasikan bentuknya untuk menarik perhatian masyarakat zaman kini. Namun pengolahan singkong diharapkan tidak berhenti sampai disitu saja. Singkong juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan pengganti nasi untuk menanggulangi ketergantungan mengonsumsi nasi.
Singkong merupakan salah satu tumbuhan umbi umbian yang tumbuh subur di Indonesia. singkong dahulunya merupakan tanaman yang dibawa oleh Portugis di abad keP16. Singkong merupakan tanaman asli amerika selatan yang tumbuh liar di hutan Amerika. Salah satu suku Amerika, Suku Maya, sudah mulai membudidayakan singkong sejak 600 masehi. Adapun di Indonesia, singkong pertama kali di bawa oleh portugis dan diperkenalkan di Maluku. Ada juga pendapat bahwa singkong pertama kali dibawa dari peru oleh kolonial Belanda. Mereka memperkenalkan singkong sebagai salah satu alternatif krisis beras di pulau jawa di kala itu. Kemudian singkong mulai di budidayakan di Indonesia. Sekitar abad 20, konsumsi singkong baru mulai meningkat pesat dan pembudidayaan nya juga ikut meluas. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk di pulau jawa, masyarakat mulai menjadikan singkong sebagai mata pencaharian dan sumber pangan yang memadai kala itu.
Di zaman kolonial, singkong belum terlalu banyak dikonsumsi masyarakat pribumi. Ini di latar belakangi oleh singkong yang bukan merupakan tanaman asli Indonesia. singkong yang pertama kali dibawa oleh portugis ke Indonesia dan di budidayakan di Maluku, baru kemudian didistribusikan ke Pulau Jawa. Di masa itu, masyarakat pribumi sedang mengalami kondisi kelaparan akibat krisis beras impas dari proyek cultuurstelsel yang berlangsung selama kurang lebih 40 tahun lamanya. Singkong yang di distribusikan ke pulau jawa dianggap oleh orang eropa sebagai makanan alternatif level rendah. Sampai pada abad 20, singkong di sebut sebagai indikator wilayah dengan ekonomi buruk dan krisis kelaparan. Namun, dengan adanya pendistribusian singkong ke pulau jawa, masyarakat tidak langsung menerima singkong sebagai alternatif pengganti nasi. Butuh waktu beberapa sebelum akhirnya singkong di manfaatkan sebagai alternatif pengganti nasi di masa itu.
Di zaman sekarang, singkong sudah banyak diolah menjadi berbagai makanan dan jajanan ringan yang bervariasi. Jenis pengolahan singkong yang dulunya hanya sekedar di rebus, dikukus, ataupun di goreng, kini sudah semakin divariasikan untuk menghasilkan makanan-makanan yang kekinian. Beberapa contoh pengolahannya berupa skotel singkong, donat singkong, keripik singkong balado, dan lain lain. Di beberapa daerah di Indonesia, singkong sudah lama dijadikan alternatif pengganti nasi. Wilayah Indonesia bagian timur contohnya. Masyarakat setempat biasanya mengonsumsi umbi umbian seperti singkong, kentang, dan jagung. Pengonsumsian ini juga di pengaruhi oleh tingkat kemiskinan, pendapatan, dan tingkat pengangguran.
Dikutip dari jurnal ‘Konsumsi Umbi-umbian di Indonesia’ , pemanfaatan umbi umbian sebagai makanan pokok di Indonesia masih tergolong sangat sedikit dan belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pengolahan singkong sebagai bahan makanan pengganti beras menjadi solusi efektif pemanfaatan singkong di zaman sekarang. Singkong merupakan salah satu umbi umibian yang memiliki kadar karbohidrat mencapai 38 gram per 100 gram sajian yang cocok dijadikan pengganti nasi. Selain itu, singkong juga mengandung berbagai gizi dan vitamin yang bermanfaat bagi Kesehatan tubuh. Singkong juga mengandung serat dan pati seristen yang membuat kita merasa kenyang lebih lama. Umbi umbian ini dapat memenuhi kebutuhan kalori perhari manusia jika di konsumsi dengan takaran yang pas. Adapaun takaran sajian singkong yang di rekomendasikan adalah sebesar 100 gram per sajian atau sebnayak 1.5 potong singkong ukuran sedang. Mengonsumsi singkong sesuai takarannya mampu memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Beberapa manfaat tersebut adalah menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan tekanan darah, menjaga Kesehatan tulang dan kulit,serta meningkatkan energi dan stamina.
Perlu adanya kesadaran masyarakat dalam mengolah singkong yang pasokannya berlimpah namun masih sangat sedikit dimanfaatkan sebagai pengganti nasi yang jauh lebih sehat. Ketersediaan singkong yang masih sangat banyak di Indonesia diharapkan dapat di olah menjadi berbagai jenis makanan yang bervariasi. Dengan pengolahan singkong yang baik, ketersediaan singkong mampu dijadikan sebagai sumber pangan pengganti nasi di Indonesia. Didukung dengan berbagai khasiat yang diberikan dari umbi-umbian tersebut, singkong dipercaya mampu mengurangi ketergantungan terharap beras. Namun perlu diperhatikan juga untuk mengonsumsi singkong sesuai dengan kebutuhan. Konsumsi singkong yang sesuai dengan kebutuhan akan memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Sebaliknya jika dikonsumsi berlebihan, singkong dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi tubuh manusia.
Hanya pengguna terdaftar yang dapat berkomentar.
No comments yet. Be the first to share your thoughts!